-
Setiap manusia memiliki batas terhadap pikirannya berbeda, seperti
misalnya batas pikiran Albert Einsten dengan Chairil Anwar. Albert
Einsten mampu memikirkan ilmu-ilmu fisika dan teori-teori alam yang
mendalam sampai dikenal teori relativitasnya, sedangkan Chairil Anwar
memikirkan bahasa-bahasa indah yang dipadupadankan menjadi puisi-pusi
yang terkenal sampai sekarang. Setiap orang itu unik dengan cara
berpikirnya masing-masing. Setiap orang berhak mengembangkan pikirannya
sampai pada batas kemampuannya sendiri. Hanya manusia tersebutlah yang
mampu mengontrol pada batas apa dia tak mampu lagi memikirkannya.
Berbeda dengan agama atau KeTuhanan. Banyak hal disana yang tidak mampu
untuk kita pikirkan dan hanya cukup untuk kita imani dan amalkan. Itulah
batas pikiran kita dalam hati kita.
Jumat, 23 Desember 2011
Comment pada: Elegi Ketika Sekali Lagi Pikiranku Tak Berdaya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar