Jumat, 23 Desember 2011

Comment pada: Elegi Ketika Sekali Lagi Pikiranku Tak Berdaya

Setiap manusia memiliki batas terhadap pikirannya berbeda, seperti misalnya batas pikiran Albert Einsten dengan Chairil Anwar. Albert Einsten mampu memikirkan ilmu-ilmu fisika dan teori-teori alam yang mendalam sampai dikenal teori relativitasnya, sedangkan Chairil Anwar memikirkan bahasa-bahasa indah yang dipadupadankan menjadi puisi-pusi yang terkenal sampai sekarang. Setiap orang itu unik dengan cara berpikirnya masing-masing. Setiap orang berhak mengembangkan pikirannya sampai pada batas kemampuannya sendiri. Hanya manusia tersebutlah yang mampu mengontrol pada batas apa dia tak mampu lagi memikirkannya. Berbeda dengan agama atau KeTuhanan. Banyak hal disana yang tidak mampu untuk kita pikirkan dan hanya cukup untuk kita imani dan amalkan. Itulah batas pikiran kita dalam hati kita.

Tidak ada komentar: