Sesuatu
disebut ada apabila telah mengada dan menjadi pengada. Tidak mungkin
berdiri sendiri. Ketika tidak menjadi pengada maka ia tidak mengada, dan
rasanya mustahil menjadi ada.
Seorang siswa yang merasa sudah pintar
dalam matematika misalnya, kalau ia menjadikan hal tersebut sebagai
alasan untuk tidak lagi perlu belajar matematika, maka siswa tersebut
tidak akan lagi berusaha untuk belajar, dan karenanya bisa dipastikan
dia tidak akan lagi menjadi siswa yang pintar. Salah satu alasan
mengembangan diri dan ilmu adalah dengan rasa penasaran atau dalam hal
ini keinginan untuk menjadi pengada yang diwujudkan dalam mengadakan
pengembangan diri dan ilmu itu sehingga menjadi ada pengembangan diri
dan ilmu itu sendiri. Sangat disayangkan ketika kita hanya berada pada
kondisi yang stagnan, padahal salah satu kebutuhan kita adalah kebutuhan
untuk aktualisasi diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar