Senin, 12 Desember 2011
Comment pada: Elegi Perbincangan Para Banyak
Ketika
membaca uraian dari satu, dua, tiga, empat dan lima saya mengira itu
adalah kontradiksi, tetapi setelah membaca penjelasan dari para banyak
saya menangkap bahwa ketika melihat segala obyek yang ada dan yang
mungkin ada perlulah melihat dari berbagai sudut pandang. Hidup yang
mati, mungkin penjelasannya adalah seseorang yang sudah tidak lagi
berusaha, tidak lagi berkarya, sudah merasa jelas atas segala sesuatu,
dan yang lainnya. Sebaliknya mati yang hidup, bisa dijelaskan bahwa
seseorang yang hanya jasadnya yang mati, tetapi pemikirannya, karyanya,
ajarannya masih terus dipergunakan dan memberi manfaat bagi orang lain.
Begitu juga dengan pernyataan para banyak yang lainnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar